Akhirnya, Air Mataku Jatuh Juga

Posted: Februari 9, 2009 by Beastudi Etos Padang in asrama, motivation

“Tanpa target yang jelas, kita tidak akan sampai di mana-mana. Seberapa besar keyakinan kita terhadap sesuatu, maka sebesar itu pulalah keberanian kita untuk memperjuangkannya”.

Kata-kata itu terngiang selalu. Sembari mengevaluasi diri. Gambaran KHS semester kemarin sepertinya gelap, Prediksiku, nilaiku tidak seperti yang kuharap. Dan seperti semester lalu, ada sesal selalu setelah menerima KHS itu. Geram dan marah pada sendiri.😦 Kenapa tidak begini dan kenapa tidak begitu. Inikah yang namanya penyesalan. Lalu, akankah ku ulangi seperti itu lagi?

Tercenung memang mendengar nasihat dan diskusi ota pagi di asrama. Suatu program baru di semester ini. Cukup mencerahkan Setidaknya bagiku. Tadi pagi tentang menatap semester baru dengan semangat baru, Banyak diskusi lho, tadi pagi. Sampai-sampai aku berpikir, kenapa tidak dari dulu ya, aku mengetahui dan memahami yang begini?

Mmm, nasehat tadi pagi persis mungkin dengan apa yang terjadi padaku. Mengena sekali. Aku memang tidak punya terget khusus semester kemarin. Sebenarnya ada sih, tapi…Ya maklumlah, Targetku tidak sebanding dengan usahaku. Lagi pula sebagiannya sudah ku runtuhkan dari awal. Aku sudah membangun blokade sendiri untuk diriku. Termasuk untuk dapat IP yang lebih bagus. Aku sendiri yang memasang jerat itu untukku. Padahal, mendapat nilai dan indeks prestasi yang bagus sebenarnya sederhana. Ya, tinggal ikuti perkuliahan dengan sungguh, pahami, tugas-tugas dikerjakan dan senantiasa bersiap diri menghadapi ujian, kapanpun. Dengan begitu, aku yakin aku bisa. Seratus pesen. Trus.. kenapa selama ini itu tidak terjadi ?

Yup. Semester ini aku harus bikin target. Target yang realistis dan menantang. Termasuk soal IP. Tidak ingin seperti sebelumnya. Aku harus yakinkan bahwa target ini bisa tercapai dan akan tercapai. Seperti terbitnya mentari esok hari. Hadir dalam bayanganku hari ini. Ada ekpresi wajah yang berseri-seri saat menerima KHS nanti. Senang, gembira, ceria dan segalanya. Wah, kata apa yang bisa mewakili saat itu. Mmm dengan tangan yang terkepal ini, biarlah itu semua sebagai kado terindah untukku, untuk ayah dan ibu di kampung halamanku yang begitu harap kepaku. Pun juga semua orang yang berjasa kepadaku.

Oh ya. Aku semakin menyadari. Semua itu tentu tidak serta merta terjadi begitu saja. Aku harus punya stamina perjuangan yang panjang. Tidak hanya awal semester ini. Aku semakin mengerti, ada Allah yang senantiasa mendominasi hidup dan kehidupanku. Mengabulkan segala doa dan harapanku. Mengejawantahkan cita-cita dan tujuanku. Ya, aku tidak punya pilihan lain. Karena aku membutuhkan Allah, dan Allah sama sekali tidak butuh aku. Aku harus senantiasa dekat dengan-Nya. Harus!

Ya Rabb. Ampuni aku. Ampuni aku yang selama ini jauh dari-Mu. Maafkan aku. Mmm,…lho. Berdoa jadinya aku. Aku tidak tahu kenapa air mataku juga bisa jatuh. Oh…inikah pernyataan yang jujur dari ku. Entahlah. Apa gerangan yang menimpaku pagi ini. Ya Allah, Bersyukur sekali pagi ini. Terima kasih duhai Rabbi. Bimbinglah aku selalu.

Akhirnya, air mataku jatuh juga. Kenapa? Mm..tidak perlu jawaban. Tapi aku senang hari ini. Kenapa? Entahlah. Sepertinya juga tidak perlu jawaban. Pokoknya, aku sedang bahagia.

Tuk kawan-kawan semua:
Selamat Datang Semester Baru. Kita sambut dengan prestasi baru.

Komentar
  1. etosku mengatakan:

    Hidup ini memang keras.haNya orang2 pilihanlah yang terpilih.Harus jalani dengan tegap dan perkasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s