Luka Lama vs Semangat Baru

Posted: Maret 25, 2009 by Beastudi Etos Padang in seleksi
Tag:, ,

Cerita perjalanan Etos goes to school

(by atna dewi, etoser 08)

Waktu mengalir tanpa disadari…

Enam bulan yang lalu… ketika nuansa SMA dengan seragam putih abu – abu masih menjadi status ku. Saat gerbang perpisahan telah ada di depan mata untuk meninggalkan masa – masa jahil SMA… dari situlah detik – detikku memulai kondisi stress yang terselip diantara keganasan yang menjelma dengan angkuh. Rasa cemas, lelah, bahkan benci pada setiap rintangan yang selalu memojokkanku untuk menyeberangi jembatan yang terlihat begitu samar untuk ke perguruan tinggi. “Ah.. hanya sebuah angan “ yang menyiksa disetiap mimpi yang nyata dalam perjalanan hidupku.

Namun perjalanan waktu menggugahku dan membangunkanku dalam keterpurukan… cahaya kesadaran membimbingku untuk bangkit dari sudut ruang asa yang gelap. Secercah cahaya yang menyorot tajam untuk menatih langkah yang mulai kendor… rasa percaya diri mulai tumbuh untuk mewujudkan sebuah mimpi kecil yang begitu samar… kata tidak bisa harus kurombak dan yang terpenting adalah optimisme. Aku telah bertekad untuk memapah ketidakberdayaan dan berusaha menghapus item yang mematahkan langkahku yang selalu menjelma untuk menambah daftar stresku.
Allamdulillahi rabbil ‘alamin… segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang telah mermberkati ku dengan rhido – Nya untuk menikmati hidup di perguruan tinggi dengan kemudahan yang ada setelah mengikuti segala prosedur yang ada setapak demi setapak. Kini.. disini aku telah mulai merangkak untuk mengikuti alur kehidupan dan menyusun kekuatan dalam perjuangan… dan aku juga harus menyelesaikan agenda yang telah menjadi kewajibanku.
Suatu hari…
“Dalam waktu dekat kita akan ada seleksi etoser angkatan 09, dan untuk itu sangat dibutuhkan bantuan adek – adek “ ucap pendampingku beberapa minggu yang lalu.
Ah…. Gak terasa yach, dah hampir jadi senior, he… ( ce ile… ).


Luka lama berdarah lagi…

Itulah yang kurasakan sat ini…. Meskipun hari ini bukan posisiku, namun fase seperti ini pernah ada dalam perjuanganku untuk membuktikan ucapan orang – orang yang selalu memojokkanku. Aku merasakan detik – detik akhir perjuangan sebagai siswa kurasa subur lagi dan kurasakan goresan luka yang hampir mengering seiring perjalanan waktu kini terasa menyayat lagi, pilu, hancur saat cerita adek – adek juga sama sepertiku …. Perjuangan, tangis, diam, dan hampa seolah – olah ada di depanku. Kata “tidak lulus “ begitu rapi dan menari dalam hayalanku, menjelma disetiap anganku… dan memang butuh perjuangan untuk bisa merombak rasa pesimis menjadi rasa optimis… itulah yang pernah ada dalam perjalanan hidupku.
Keterlibatanku dan akhwat etoser 08 yang lainnya dalam kepanitian penyeleksian etoser baru di wilayah Padang, meskipun hanya sebagai panitia junior tapi aku bertekad harus bisa menciptakan usaha panitia senior.. yah mudah – mudahan bisa. Tuntutan batin untuk bersungguh – sungguh dalam menjalankan tugas karena – Nya, mungkin salah satu kontribusi yang menjadi kewajibanku. Memang kalau difikir – fikir usahaku jauh lebih kecil dengan apa yang telah diberikan etos selama ini. Namun, azzam itu tetap ada….

Liburan…

Liburan semester pertama ini… adalah waktu ku untuk meniti dan manerjunkan langkah bersama ayunan kaki ditahap awal sebagai panitia junior di penyeleksian ini… ah “senang”nya bisa terjun ke suasana yang sedang dihadapi adek – adek SMA…. Mungkin saja suasana yang menegangkan bahkan juga saat yang gak ingin dinantikan kehadirannya jika rasa hancur yang terjadi saat melihat teman – teman se-angkatan meneteng seberkas STTB menuju perguruan tinggi…. Ini bukanlah dugaan semata atau hanya sebagai pelengkap dalam sebuah cerita…
Suatu harapan yang besar, aku ingin saat aku melangkah dan memberikan secercah cahaya bagi sisi gelap dalam diri adek – adek yang menanti sebuah jawaban yang semakin menekan detak jantung untuk berhenti… ah pesimis.. aku juga ingin memberikan semangat yang sempat memudar untuk melangkah jauh meninggalkan masa – masa SMA menjadi kenangan yang tak terlupakan… aku ingin menjadi motivator bagi adek – adek yang selalu hidup dalam balutan pesimis, hanya karena bermotif problema ekonomi yang siap mematikan sejuta asa bagi yang terus mengurung diri dalam rasa minder apalagi ditambah dengan minusnya dukungan orang tua, keluarga, tetangga, bahkan sahabat sendiri yang belum menyadari arti penting pendidikan… terkadang aku berfikir untuk bisa masuk dalam hati dan jiwa adek – adek hingga tumbuh rasa percaya diri dan mampu berucap “ aku pasti bisa !!!“..

Perjalanan sosialiasi…

Perjalanan sosialisasi beastudi etos yang berjalan kira – kira tiga hari.dalam perjalanan sosialisasiku, memberikan pengalaman baru.. dan juga melatih “ mulut “ di depan umum.. he…
Suatu agenda yang gak pernah terbayangkan sebelumnya.. kini harus jadi cerita…
Jum’at, 30 Januari 2009.
Kira – kira jam 14.30 WIB.. menuju SMA yang pernah membekaliku dengan ilmu untuk ke perguruan tinggi… gedung yang menjadi latar ke”jahil”anku dengan teman – teman dan adek – adek kelas… ah kenangan yang gak akan terlupakan… juga banyak cerita yang mengisi ruang kosong jiwaku, tempat aku menenangkan fikiran dan juga tempat yang membosankan bagiku waktu itu… namun bagaimanpun juga dari sinilah semua berawal.. banyak kejadian – kejadian dan nasehat yang gak aku sadari telah memotivasi untuk bangkit dari keterpurukan “ seorang guru “.
Langkah awal adalah menemui pihak sekolah dulu untuk mengikat perjanjian… perbincangan yang begitu bermakna bagiku meskipun hanya dengan wakil kepala sekolah yang telah bergeser “ tahta ” dan semuanya telah berbeda dengan waktu enam bulan lalu. Kata sepakat telah dikantongi, bahwa aku bisa melancarkan aksi sosialisasi pada adek – adek besoknya kira – kira jam 10.00 WIB pagi, bertepatan dengan guru rapat bulanan.
Waktu membatasi pertemuan waktu itu….
Sasaran berikutnya adalah SD untuk mensosialisasikan program SMART yang gak jauh berada dari SMA ku.. disini aku hanya bisa menemui wakil kepala sekolah, berhubung waktu itu hanya belajar tambahan bagi adek – adek yang siap melangkah ke tingkat SMP/ sederajat… meskipun demikian kedatanganku disambut baik oleh beliau…
Udara panas mulai terasa sejuk.. dan mulai mendekati kegelapan dengan cahaya lampu jalanan yang berpijar. Hari itu ku putuskan untuk nginap di tempat kos yang pernah menjadi “rumah”ku selama enam tahun ( SMP dan SMA )… tempat aku membangun karakter diri tanpa pengawasan orangtua, di tempat ini aku juga harus mandiri (makan sendiri, mandi sendiri, belajar sendiri, dan semuanya sendiri ) yang selalu menuntutku untuk gak lalai dan kenyataan aku bukanlah orang yang sempurna dan jauh dari kelalaian.
Hasrat untuk ingin menatap wajah tua ayah dan ibu, harus di-pending dulu sebelum agenda selesai, sempat terpikir untuk menarik sang malam dengan sinar bulan agar menemui pagi dengan sang fajar yang memerah di ufuk Timur… namun waktu tetaplah setia dan tak akan ingkar, dia tetap ada di jalur yang harus dilalui detik demi detik. Malam terus merangkak dalam kegelapan yang semakin dingin, yang terus membawaku semakin terlelap diantara rasa lelah hasil langkahku seharian… nyenyak..
Sabtu, 31 Januari 2009.

Agenda hari ini telah menunggu penuh senyum… tujuan utama pagi itu adalah SMU Al-istiqomah. Langkah harus dipercepat untuk mengejar agenda selanjutnya.. di sini aku langsung disambut baik oleh kepala sekolah yang sedang menikmati kopi pagi.. setelah beberapa menit menjelaskan apa itu etos dan embel – embelnya, akhirnya kata sepakat tercapai juga yaitu aku kembali lagi ketika zhuhur setelah adek – adek sholat berjama’ah… o iya…. sesuai dengan permintaanku, adek – adek sebaiknya dikumpulkan dalam satu ruangan berhubung informator yang ada Cuma satu orang…
Waktu adalah waktu yang saat berharga. Ada pepatah mengatakan waktu ibaratkan pedang, jika tidak dimanfaatkan dalam hal yang positif maka akan menebas leher kita sendiri. Itulah yang terjadi dalam perjalanan ku. Aku harus mengejar waktu dan memanfaatkan waktu luang untuk pergi kesekolah lain yang memungkinkan untuk tidak telat menepati janji yang telah disepakati dengan SMA 1 kemaren. Ah.. untung dech ada waktu luang ke SD untuk mensosialisasikan tentang program SMART.. mungkin ini adalah salah satu moment yang selalu membekas di benakku. Perjalanan hari ini agak berbeda dengan hari kemarin ( jum’at ), hari sebelum aku selalu disambut dengan sebuah senyuman meskipun aku belum menjelaskan apa – apa. Tapi kali ini aku ngerasa dianggap sebagai orang yang minta sumbangan. Aku gak ngerti aja, apakah aku ini memiliki tampang peminta sumbangan, ah entahlah.. padahal waktu itu aku mengenakan almamater Unang trus pake kokarde lagi.. kan keren tuch…( kata kakak pendampingku dalam secarik kertas, he…. ). Yah meskipun akhirnya mulai diterima baik, tapi kesan pertama yang kuhadapi menjadi moment tersendiri dalam hidupku.
Mmmmm…. Waktu udah hampir menunjukkan pada waktu yang telah dijanjikan ( SMA 1 ).. kata sepakat mengingatkanku untuk meluncur lagi mengejarkan detik waktu yang terus berdetak…
Ah… ternyata perjanjian yang udah bulat itu tak seperti hayalanku. Pengunduran janji harus terjadi hari senin setelah upacara bendera… sempat juga berontak pada pihak sekolah, namun akhirnya aku luluh oleh satu kalimat : “ Demi adek – adek usahakanlah untuk datang lagi hari senin “. Sebelum melesat untuk memenuhi janji yang satu lagi (SMA Al- istiqomah ), sempat juga sosialisasi sama adek – adek secara personal dan ada juga yang langsung minta formulir pendaftaran sambil menikmati makanan di kantin favorit waktu SMA dulu, cie…nostalgia tuch !!.

Di SMA Al- istiqomah…

Tak terasa waktu telah menuntut untuk beranjak lagi saat rasa lelah belum menjauh. Seiring detak waktu, kira – kira pada waktu yang telah disediakan aku telah menatap wajah – wajah adek – adek dengan ekspresi masing – masing… disini cukup menyenangkan karena adek – adek cukup antusias dengan beasiswa dan fasilitas yang bakal didapatin dengan syarat harus jebol seleksi dan persyaratan lainnya… disini sempat juga memberikan motivasi bagi adek – adek dengan cerita si Katak Tuli yang berhasil mencapai puncak menara.. dan hal itu gak akan mudah jika si katak tidak memiliki optimisme dan percaya bisa…. Tapa terasa waktu telah berlalu hingga menunjukkan jam 14.00 WIB. Waktunya pulang…!!!

Senin, 2 Februari 2009.
Ketika sang mentari berebut fungsi menggantikan sinar bulan yang mulai pucat, sebuah agenda untuk bertemu dengan adek – adek… adalah prioritas utama yang menjadi target hari ini. Rasa cemas yang menyelip diantara semangat besar yang ada untuk mernjadi motivator bagi adek – adek yang tersungkur dan lemah dalam pesimis, rasa penasaran bagaimana reaksi yang ada di lapangan nantinya masih mengambang dan penuh tanda tanya… gimana yach..???
Terik sang mentari melelehkan keringat… awan berarak menjauh matahari, awan enggan untuk menutupi sengatan yang menimbulkan rasa haus di sempitnya ruang sempit tenggorokan….namun melihat adek – adek dan almamater yang pernah ada dalam memori yang telah tertinggal jadi kenangan… seolah – olah semangat mulai tumbuh dengan arogansi untuk menyaingi semangat mentari yang menyinari dunia.
Kumpulan mata yang ada di lapangan upacara tertuju pada satu objek yaitu aku… dulu aku juga berada diantara barisan seperti itu untuk mendengarkan informasi, pengarahan, motivasi, de el el.. tapi kini semua berbalik arus… satu hal yang gak pernah terbayangkan sebelumnya… dan kini hadir dalam kenyataan.
Penjelsan demi penjelasan dan kemudahan yang diberikan etos jika lulus seleksi memperkuat arus semangat adek – adek dalam aliran keringat yang besembunyi di balik seragam putih abu – abu… dan hal itu terbukti dengan respon yang disambut sorak sorai beserta ucapan WOOOOW….!! saat menjelaskan kemudahan yang akan didapat per – point, seperti temu etos nasional ( temnas ), out bound, uang saku, dan banyak lagi agenda – agenda yang telah terprogram baik dari daerah maupun dari pusat.
Ah, sayang.. waktu yang disediakan tak cukup untuk sosialisasi etos, namun harus mengingat kondisi adek – adek juga yang udah dari pagi bermandikan terik mentari. Meskipun waktu memaksa untuk harus mengakhiri perjuangan, namun sedikit banyaknya aku telah memberikan motivasi pada adek – adek.
Dalam sosialisasi tersebut sempat juga memberikan tausyiah singkat bahwa motivasi yang paling kuat dan paling manjur adalah motivasi yang datang dari diri sendiri, mungkin jika kita bergantung dan minta sebuah motivasi dari orang lain.. kebanyakan hanya anggukan yang gak berarti sebagai jawaban sebuah keluhan yang mengganjal, dan gak jarang hanya cemoohan yang ada saat kita memutar langkah dari hadapan mereka….
Ah luka lama berdarah lagi… semua itu adalah kenangan yang pernah ada dalam perjuangan hidup yang selalu menuntut untuk bangkit dari keterpurukan.
Mmmmm.. Alhamdulillah….akhirnya selesai juga perjalanan sosialisasi selama liburan semester.. bagaimanpun juga itu adalah pengalaman baru yang menambah deretan moment yang pernah ada dalam ceritaku, meskipun hanya sedikit gambaran dari sebuah cerita yang sederhana.
Cawwwwwww and keep spirit to etos Padang, Allahu akbar !!!!

Lakukan apa yang dapat kita lakukan hari ini,
Jangan tunda untuk hari esok
karena hari esok belum tentu sebaik hari ini.
( my motto )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s